Posted by: iscrcmp | rdUTCp31UTC05bUTCFri, 23 May 2008 03:13:34 +0000 5, 2007

ar-Ra’d: 11

“bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, Yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa Yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun Yang dapat menolak atau menahan apa Yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun Yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya.”

(ar-Ra’d: 11)

Posted by: iscrcmp | ndUTCp31UTC05bUTCThu, 22 May 2008 19:12:27 +0000 5, 2007

Dari Kitab as-Syamailul Muhammadiyah: Rambut Rasulullah s.a.w. 4

Qatadah pernaj bertanya kepada Anas bin Malik r.a. tentang rambut Rasulullah s.a.w. Anas menjawab:

“Rambutnya tidak terlampau kerinting, tidak pula lurus kaku. Rambutnya mencapai kedua daun telinganya.”

(Riwayat Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir bin Hashim, dari Hazim, yang bersumber dari Qatadah)

Posted by: iscrcmp | ndUTCp31UTC05bUTCThu, 22 May 2008 19:04:12 +0000 5, 2007

fiqh perubatan kontemporari

layari link ini:

http://fiqhmedic.wordpress.com/

Posted by: iscrcmp | stUTCp31UTC05bUTCWed, 21 May 2008 22:57:55 +0000 5, 2007

Yusuf: 53

“Dan tiadalah Aku berani membersihkan diriku; Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang Yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

(Yusuf: 53)

Posted by: iscrcmp | stUTCp31UTC05bUTCWed, 21 May 2008 22:26:33 +0000 5, 2007

Dari Kitab as-Syamailul Muhammadiyah: Rambut Rasulullah s.a.w. 3

Diriwayatkan daripada al-Bara’ bin ‘Azib:

“Rasulullah s.a.w. adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya.”

(Riwayat Ahmad bin Mani’, dari Abu Qathan, dari Syu’bah dari Abi Ishaq yang bersumber dari al-Bara’ bin ‘Azib r.a.)

Posted by: iscrcmp | thUTCp31UTC05bUTCTue, 20 May 2008 21:59:45 +0000 5, 2007

Dari Kitab as-Syamailul Muhammadiyah: Rambut Rasulullah s.a.w. 2

‘Aisyah r.a. pernah berkata sebagai berikut:

“Aku dan Rasulullah s.a.w. mandi dari tempayan yang sama. Beliau memiliki rambut (yang panjangnya) sampai ke bahu dan di bawah daun telinga.”

(Riwayat Hanad bin as-Sirri, dari ‘Abdurrahman bin Abi Zinad, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari bapanya yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.)

Posted by: iscrcmp | thUTCp31UTC05bUTCTue, 20 May 2008 19:22:12 +0000 5, 2007

Huud: 24

“bandingan dua golongan (yang kafir dan Yang beriman) itu samalah seperti orang Yang buta serta pekak, Dengan orang Yang celik serta mendengar; kedua-dua golongan itu tidaklah sama keadaannya. (setelah kamu mengetahui Yang demikian) maka tidakkah kamu mahu mengambil peringatan dan insaf?”

(Huud:24)

Posted by: iscrcmp | thUTCp31UTC05bUTCMon, 19 May 2008 18:58:51 +0000 5, 2007

Dari Kitab as-Syamailul Muhammadiyah: Rambut Rasulullah s.a.w. 1

Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik r.a. diungkapkan:

“Rambut Rasulullah s.a.w. mencapai pertengahan kedua telinganya.”

(Riwayat ‘Ali bin Hujr, dari Ismail bin Ibrahim, dari Humaid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

Posted by: iscrcmp | thUTCp31UTC05bUTCMon, 19 May 2008 18:55:01 +0000 5, 2007

Yunus: 61

“dan tidaklah engkau (Wahai Muhammad) Dalam menjalankan sesuatu urusan, dan tidaklah engkau dalam membaca sesuatu surah atau sesuatu ayat dari Al-Quran dan tidaklah kamu (Wahai umat manusia) Dalam mengerjakan sesuatu amal usaha, melainkan adalah Kami menjadi saksi terhadap kamu, ketika kamu mengerjakannya. dan tidak akan hilang lenyap dari pengetahuan Tuhanmu sesuatu dari sehalus-halus atau seringan-ringan Yang ada di bumi atau di langit, dan tidak ada Yang lebih kecil dari itu dan tidak ada Yang lebih besar, melainkan semuanya tertulis di Dalam Kitab Yang terang nyata”.

(Yunus: 61)

Posted by: iscrcmp | thUTCp31UTC05bUTCSun, 18 May 2008 19:19:03 +0000 5, 2007

at-Taubah: 107

“dan (di antara orang-orang munafik juga ialah) orang-orang Yang membina Masjid Dengan tujuan membahayakan (keselamatan orang-orang Islam), dan (menguatkan) keingkaran (Mereka sendiri) serta memecah-belahkan perpaduan orang-orang Yang beriman, dan juga untuk (dijadikan tempat) intipan bagi orang Yang telah memerangi Allah dan RasulNya sebelum itu. dan (apabila tujuan mereka Yang buruk itu ketara), mereka akan bersumpah Dengan berkata:” tidaklah yang kami kehendaki (dengan mendirikan Masjid ini) melainkan untuk kebaikan semata-mata “. padahal Allah menyaksikan, Bahawa Sesungguhnya mereka adalah berdusta.” (at-Taubah: 107)

Older Posts »

Kategori